Call Us: 08888097722

Indikator KInerja Utama atau KPI

konsultan kpi

Indikator kinerja utama atau kpi adalah suatu ukuran yang memperlihatkan pencapaian target kinerja secara obyektif. Melalui indikator kinerja utama atau kpi, perusahaan dapat melihat perkembangan tingkat kinerja para karyawannya. Perusahaan juga akan merasa terbantu dengan adanya indikator kinerja utama atau kpi, karena dengan begitu kinerja karyawan pun menjadi terkontrol dan karyawan menjadi terpacu untuk berkinerja lebih baik.

Indikator kinerja utama atau kpi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Direct IKU
    Direct IKU adalah indikator kinerja utama atau kpi yang sifatnya langsung atau langsung menyasar pada apa yang disasar. Contohnya adalah ketika akan mengukur kepuasan pelanggan, indikator kinerja utama yang tepat adalah customer satisfaction index. IKU tersebut benar-benar mengukur tingkat kepuasan pelanggan yang datanya diperoleh melalui survey dengan menyebarkan kuesioner kepuasan pelanggan ke pelanggan.
  2. Indirect IKU
    Indirect IKU adalah indikator kinerja utama atau kpi yang sifatnya tidak langsung namun masih bisa digunakan sebagai indikator. Indikator kinerja utama tidak langsung biasanya digunakan apabila sulit mencari data indikator kinerja utama yang usaha dan manfaatnya tidak sebanding atau pengukurannya dilakukan setahun sekali. Contohnya adalah untuk mengukur kepuasan pelanggan, indikator kinerja utama yang tidak langsungnya adalah jumlah komplain. Sebenarnya, apabila pelanggan tidak melakukan komplain bukan berarti pelanggan pasti merasa puas. Namun, indikator ini tetap dapat digunakan meskipun tidak seideal direct IKU.
  3. Initiatives IKU
    Initiatives IKU adalah indikator kinerja utama atau kpi yang mengukur proses atau usaha untuk mencapai sasaran strategis, tetapi tidak mengukur pencapaian aktual dari sasaran strategis. Contohnya adalah untuk mengukur tingkat kompetensi karyawan indikator kinerja utama inisiatifnya adalah jumlah training yang pernah diikuti.


Dalam membuat indikator kinerja utama atau kpi harus jelas, yang dimaksud jelas adalah jelas terukur dan jelas bahwa indikator tersebut mencerminkan pekerjaan yang dilakukan. Adapun prinsip-prinsip yang dianut dalam membuat indikator kinerja utama, yaitu SMART: specific (spesifik), measurable (dapat diukur), agreeable (sesuai), realistic (realistis), dan time-bound (ada batas waktu yang jelas).

Dalam mengimplementasikan indikator kinerja utama atau kpi tidaklah mudah. Terkadang perusahaan pun merasa bahwa hanya ada sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali perubahan kinerja meskipun sudah menggunakan indikator kinerja utama atau kpi. Hal ini dapat terjadi karena adanya kesalahan dan ketidaksiapan dalam membuat indikator kinerja utama atau kpi. Menurut David Parmenter ada beberapa cara atau kunci sukses dalam mengimplementasikan indikator kinerja utama atau kpi, antara lain:
1. Mencari fasilitator eksternal (Melibatkan pihak ketiga, karena sifatnya independen)
2. Memulai dengan komitmen dan pelatihan tim manajemen senior
3. Fokus pada faktor kunci keberhasilan
4. Memilih tim kecil penyusun indikator kinerja utama atau kpi
5. Menggunakan sistem yang ada untuk 12 bulan pertama
6. Menyediakan data ukuran kinerja dalam bentuk database dan ini harus tersedia untuk semua anggota tim

Setelah indikator kinerja utama atau kpi terbentuk, penggunaan dashboard management sangat dibutuhkan. Dashboard management merupakan alat bantu yang berupa software yang dapat memvisualisasikan pencapaian target dari indikator kinerja utama atau kpi. Dengan menggunakan dashboard management, monitoring dapat dilakukan dengan mudah. Apabila indikator kinerja utama atau kpi menggunakan pendekatan balanced scorecards, dashboard management berupa peta strategi yang berisi sasaran-sasaran obyektif. Dalam sasaran-sasaran obyektif tersebut terdapat indikator kinerja utama yang tiap-tiap indikator ada targetnya. Apabila indikator kinerja utama atau kpi tersebut tidak tercapai, maka sasaran obyektifnya juga tidak tercapai. Dalam dashboard management tingkat pencapaian dapat ditunjukkan melalui warna yang ada pada sasaran-sasaran obyektif. Apabila pada sasaran obyektif menunjukkan warna merah mengindikasikan bahwa sasaran tersebut belum tercapai, warna kuning mengindikasikan sasaran sudah mendekati target pencapaian sedangkan warna hijau mengindikasikan bahwa sasaran obyektif telah tercapai.

Seperti yang telah dituliskan sebelumnya, peran pihak eksternal merupakan kunci sukses dalam penyusunan indikator kinerja utama. Dalam hal ini perusahaan dapat menggunakan konsultan sebagai pihak eksternal karena konsultan mengerti dan memahami benar bagaimana menyusun serta mengimplementasikan indikator kinerja utama atau kpi. Selain itu, konsultan merupakan pihak independen yang sifatnya netral dan konsultan memiliki keahlian konsultasi serta dapat memotivasi orang-orang yang berhubungan dengannya. Namun, harus tetap disadari bahwa peran konsultan sebagai fasilitator. Kunci keberhasilan tetap ada pada komitmen yang terbangun diseluruh pihak internal perusahaan.

Contact Us : training@erudite-indonesia.com / Whatsapp 08888097722

Related Training :